Rabu, 10 Mei 2017

OLLSHOP PERLENGKAPAN BAYI MEI 2017



Bismillahhirohmanirohim open PO sista...
Monggo dipilih dari
-          Bed set
-          Selimut
-          Alas stroller
-          Bantal menyusui
-          Bantal gulling set
-          Bantal peang
-        Sprei set
            Bumper set
      Dan masih ada lagi

Po 2-3 minggu
Pemesanan, konsultasi dll cuz DM via Ig @fafeshop17 ya sist.. dont miss it
Happy shopping moms!


#babybedding #kasurbayi #babystuff #babybox #perlengkapanbayi #tokobayi #klatenhits #dropshipper #reseller #babyshop 

Kamis, 27 Oktober 2016

Diary Day : 26 Oktober 2016

Terimakasih teman-teman atas surprise dan doanya...
gak akan pernah ku lupa.. di tarik ulur dikasih tepung disekolah walau enggak tepat di hari lahir.. tapi kalian sesuanu banget... aku sayang kaliannnnn!!
sahabat desaku yang malem-malem ke rumah buat ngasih kue dan kado...
Terimakasih sekali sohabat...
Makasaih ya Allah atas kenikmatan yang engkau berikan padaku.. lindungilah teman-teman hamba selalu dan mudahkanlah mereka berjalan di jalanMu. Aminnn :)

Minggu, 09 Oktober 2016

Diary 10 Oktober 2016

Nahhhh.. disaat itulah 😆😆
kenapa kalimat itu harus keluar?

Jumat, 16 September 2016

Fanfiction Kpop BTS Jimin: Remember In Your Mind Eps. 12



BAGIAN 12 : JELASKAN!

Malam hari pun tiba, kita semua berada dihotel tak terkecuali jimin dan joy. Dengan mendadak jhope dan juga V mengadakan sidang dadakan, mereka berdua mulai menghampiri semua orang untuk berkumpul dikamar jimin. Joy pun juga diajak V untuk mengikuti sidang abal-abal tersebut. Kita semua telah berkumpul ditempat, namun nampaknya luna belum datang berada ditengah-tengah mereka.
“Ehm. Luna dimana? Yuri apa kau tahu dia?”. Tanya jhope setelah mengamati semuanya.
“Tidak. Sepertinya dia masih dikamar. Aku akan memanggilnya.”
“Aku ikut.” Sahut jungkook yang ingin nyempil-nyempil.
Mereka berdua tiba dikamar Luna...
Tok... tok... tok..
“Luna, aku masuk!.” Teriak yuri dari depan pintu.
“Luna-shi, kau dimana?.” Sela jungkook yang tidak sabar ingin mengajak luna untuk gabung.
“Eh kalian berdua, ada apa? Aku sedang memasak ramen. Ada yang mau?.” Sahut luna yang membuat keduanya terkaget.
“Wajahmu sangat cerah. Apa kau baik-baik saja luna-shi?.” Ceplos jungkook yang langsung mendapat tatapan tajam dari yuri.
“Hahahaha, mengapa kalian sangat canggung sekali. Aku baik-baik saja, aku merasa lebih nyaman.” Jawab luna dengan senyum cantiknya.
“Ehm, luna. Aku ingin mengajakmu berkumpul dengan yang lainnya. Apa kau bersedia?.” Tanya yuri dengan agak canggung dan takut luna tersinggung.
“Wah, ini akan menyenangkan. Aku akan membawa ramenku ini.” Jawabnya dengan menyiapakan tempat untuk menaruh mie ramen.
“Sudahkah kau siap? Mari.”
“Ya mari. Kajja.”
***
Akhirnya mereka bertiga sampai di depan kamar jimin. Entah apa yang terlintas dipikiran luna, ia berhenti berjalan dan terhanyut dalam lamunan.
“Luna. Apa kau baik-baik saja? Kajja masuk.” Ajak yuri sambil membuka pintu kamar tersebut.
“Aku baik-baik saja.” Luna melangkahkan kakinya untuk masuk dengan  ragu.
“Haiii semuaa, jeon jungkook datang!”. Teriak jungkook yang dijamin sorakan semuanya.
“Lunaa, duduk kemari!.” Seryl melambaikan tangannya kearah luna, yang disambut senyuman luna dan akhirnya menghampirinya.
“Ehm oke. Karena setelah semuanya hadir. Maka sidang akan kami mulai. Saya rapmons akan sebagai hakim dan jhope sebagai wakil hakim. Akan membacakan permasalahan yang terjadi. Yang pertama kemarin terdapat pertengkaran hebat yang terjadi oleh saudara jimin, dan saudari joy dan terdengar kata-kata “luna”. Adakah yang akan saudara jimin sampaikan?”.
“Ya. Aku ingin menjelaskan sedikit tentang permasalah kemarin. 4 tahun yang lalu saya menjalin hubungan dengan luna, namun setelah 2 tahun berjalan saya memutuskannya. Karena yang pertama kita akan debut sebagai BTS dan yang kedua karena ancaman dari joy. Dia akan bilang ayahnya untuk memecatku sebagai anggota BTS, dia bilang ingin membuat rumor kencan agar agensi bisa mendapat lirikan dari masyarakat.”
“Hm, oke. Aku memang melakukannya tapi ini demi kebaikan agensi kita. Walau aku juga menyukai jimin, tapi aku berjanji tidak akan mengejarnya lagi. Aku telah tersadar bahwa cinta ini terlarang jika salah satu dari kita tidak menyayangi.”
“Tapi apakah kau tak sadar bahwa hal itu telah melukai hati seseorang?.” Tanya jhope dengan melihat kearah luna. Namun luna hanya menunduk lesu.
“Luna, maafkan aku telah berbuat yang semena-mena tanpa melihat kamu. Akulah yang meminta jimin untuk memutuskanmu. Dan sekarang aku tidak akan mengganggu hubungan kalian lagi, tolong kembalilah pada jimin.” Joy mendekati luna dengan meminta maaf apa yang ia lakukan selama ini.
“Hmm, tak apa joy. Memang aku dulu sangat sakit dengan keputusan sepihak jimin dan aku juga cemburu telah melihat kalian berdua dekat. Namun setelah konser aku menyadarinya bahwa cinta tak selamanya memiliki.”
“Tapi tolong kembalilah pada jimin. Demi membersihkan masalahku.”
“Sudahlah joy. Dengan kamu mengakui dan meminta maaf saja aku sudah senang dan masalah ini selesai.” Luna nampak menenangkan joy dengan memeluknya ringan.
“Mari mulai pertemanan kita kembali dan anggap saja tidak pernah ada masalah yang terjadi.” Tambah luna dengan tersenyum.
“Terimakasih luna J dan terimakasih semua yang telah menyelesaikan permasalahan kami. Ehm, maafkan aku juga jimin yang telah membabi buta mengejarmu. Aku menyesal.”
“Iya tak apa. Jangan kau ulangi lagi joy, ini sungguh membuatku gila.”
“Iya, aku berjanji.”
“Oke. Saya anggap permasalahan sudah selesai, untuk itu sidang malam hari ini resmi ditutup. Beri applause!.” Sela rapmon yang disambut tepuk tangan semuanya. Semua orang pun meninggalkan ruangan untuk kembali ke kamar masing-masing terkecuali jimin, jin dan jungkook yang memang tidur dikamar tersebut.
 .
.
TBC

Sabtu, 10 September 2016

Third Fanfiction: "Please, Comeback!" SeoKyu Part 2




Tempat Kuliah Kyuhyun~
Pagi ini disambut dengan hujan gerimis dikota Seoul, seorang gadis cantik asia pun turun dari bus yang ia tumpangi dengan membuka payung.
“Awww, ish jinjja!”
“Mwo? Kau mau menyerangku balik gadis kecil?.”
“Oppa, aku kira siapa. Berani sekali mau merebut payungku.”
“Irene Jung. Kau sungguh menggemaskan disaat mulut bebekmu terlihat.”
“Ishh oppa....”
“Tidak-tidak aku hanya bercanda. Mari kita kekampus disini sangat dingin.”
“Ne.”
Cuaca sedingin ini dan tidak bersahabat, membuat keduanya berada dipikiran masing-masing dalam diam, walau mereka satu payung namun tidak ada kata setelahnya, sampai di depan kampus.
“Oppa!.”
“Ne?” Kyuhyun pun berbalik arah dan mencari siapa gerangan yang memanggilnya, gadis manis dengan kepang samping lah yang memanggil Kyuhyun, dengan pakaian yang basah diterpa rintihan hujan.
“Omo, chagiya?” Kyuhyun pun mendekati Seohyun yang rela kehujanan, ia tidak tahu kalau di Seoul hari ini hujan gerimis jadi ia tidak membawa payung, hanya tas kecil dan suatu barang yang ia bawa.
“Oppa, akhirnya aku bisa bertemu.”
“Kau ini. Oh ya, Irene sini!.” Kyuhyun memanggil Irene yang masih menunggunya, Irene pun mendekati mereka berdua dengan hati sedikit kecewa dengan sikap Kyuhyun yang sangat memanjakan gadis kepang itu.
“Kenalkan ini temanku Irene, dan ini yeojachingu-ku Seohyun yang selama ini aku ceritakan padamu.”
“Ne, namaku Seo Jo Hyun panggil saja Seohyun.” Ia mengulurkan tangannya
“Aku Irene, lebih baik kita berteduh dahulu. Mari kita satu payung Seohyun.” Irene pun membalas jabatan tangan Seohyun.
Mereka bertiga pun berjalan mendekati gedung kampus, namun Irene kemudian beranjak meninggalkan mereka berdua karena alasan tertentu.
“Kenapa tidak menelponku terlebih dahulu chagi.”
“Aku kan sudah bilang, kalau aku merindukanmu Kyuhyun.”
“Terimakasih telah merindukanku. Oh ya pakai ini untuk sedikit menghangatkan badanmu. Sebenarnya apa yang kamu lakukan? Ini membuang-buang waktu.”
“Kau ini benar-benar Cho Kyuhyun. Aku ingin memberimu ini.”
“Mwoya? Sweater, apa kau membuatkannya untukku?.”
“Ne, agar kamu selalu mengingatku kapan saja. Jangan berpaling Kyuhyun-ahh aku akan kembali.”
“Kata-katamu sangat tinggi noona, setelah selesai kuliah dan mendapat pekerjaan kita menikah. Arra?.”
“Mwo? Oh ne arra”. Seohyun menjawab dengan sedikit canggung.
“Kuliah akan segera dimulai, bagaimana kalau kamu kerumahku? Dan menghangatkan badanmu disana.”
“Tidak perlu, aku hanya ingin segera pulang. Tapi aku akan pulang sendiri saja.”
“Kalau begitu hati-hati chagi. Pakailah jaketku agar kamu tetap hangat. Chagi, saranghaeyo.”
“Nado saranghae oppa.” Mereka saling berpelukan dan berjalan dengan payung yang Irene berikan tadi.
Dalam hujan dia berbalik dan melambaikan tangannya pada Kyuhyun, ia berlalu-berlalu sampai tak terlihat lagi, Seohyun menangis dalam perjalanan menuju halte bus. Ini adalah hari terakhir ia berada di Korea dan terakhir kalinya melihat Kyuhyun, setelah semalaman memikirkan ini ia memutuskan tidak mengatakan tujuan sebenarnya pada Kyuhyun. ia hanya bisa melambaikan tangannya dan mengucapkan Nado Saranghae Oppa.
Rumah Seohyun
            Hari ini adalah hari menuju pada dunia baru. Dunia yang akan dimulai dari awal lagi. Seohyun berpakaian kasual dengan memakai sepatu boots, celana jeans dan jaket yang Kyuhyun berikan kemarin. Beberapa koper pun ia bawa dan rumah yang ia tinggali disewakan.
Tak lupa ia menelpon taksi yang akan membawanya ke bandara untuk keberangkatan pukul 8 pagi.
Seohyun pun meminum obat yang dokter berikan, di Jepang ia akan menjalani pengobatan.
Ting Tung... (bunyi pesan suara)
“Selamat pagi chagiya. Kamu tidak sakit kan karena kemarin? Jangan lupa sarapan ya.” Membaca pesan dari Kyuhyun membuat ia terbebani. Ia menjadi teringat kisah cintanya pada Kyuhyun yang sangat indah.
“Ne. Aku sangat baik. Aku tidak akan melupakan sarapan. Kkkk~.”  Balasnya.
Kringgg.. kringg..
“Ne? Ada apa mr. Cho?”
“Tidak aku hanya merindukanmu.”
“Oke. Siapa gadis kemarin?.”
“Dia temanku, tidak usah berpikir berlebihan Seohyun. Aku bersamamu kkkk~.”
“Mengapa tertawa? Ini tidak lucu!”
“Noona cemburu ya? Tidak kusangka.”
“Aku tidak cemburu. Jika kamu menyukainya silahkan saja tapi jangan lagi menghubungiku.”
“Ne, aku tahu itu noona.”
“Aku sedang sibuk. Dan kuliahlah dengan benar, jangan hanya membuat perempuan disekitarmu terpesona.”
Seohyun pun mematikan ponselnya dan beranjak membawa barang-barang pergi menemui taksi yang sudah menunggunya kemudian ia masuk dalam taksi. Taksi pun melaju dengan kecepatan sedang.
            Sampainya di bandara Incheon ia langsung checking dan menunggu untuk terbang.
....
Sudah 3 hari ini tidak ada kabar dari kekasihnya, karena sedang libur Kyuhyun pun memutuskan pergi ke rumah Seohyun. Setelah sampai disana hanyalah sebuah hunian kosong yang disewakan, Kyuhyun begitu resah dan mencoba menelpon Seohyun namun nomor tersebut tidak dalam jangkauan.
“Aisssh. Sebenarnya kau dimana Seohyun? Aku mengkhawatirkanmu.”
Kringgg.. kringg...
“Ne? Oh baiklah, aku segera kesana.”
Kyuhyun pun pergi menemui seseorang yang menelponnya.
....
“Oppa, darimana saja? Apa oppa lupa kalau kita berkumpul?”. Walau hari ini libur kuliah namun organisasi yang diikuti Kyuhyun dan Irene masuk dan berkumpul.
“Mianhae, nanti akan aku jelaskan.” Jawab Kyuhyun dengan raut linglung
“Oppa, tenanglah. Intrupsi, keadaan Kyuhyun oppa nampaknya tidak terlalu fit. Apa kami boleh izin sebentar?.” Irene mengacungkan jarinya meminta izin pada teman-teman satu organisasinya.
“Ne. Kita juga hanya berkumpul jadi jika izin pergi diperbolehkan.” Jawab sang ketua Donghae
            Mereka pun menjauh dari tempat yang hampir mirip dengan gazebo luas itu. Kemudian duduk pada bangku pinggir sungai namun masih dilokasi perkuliahan mereka.
“Ada apa oppa? Ceritalah.”
“Dia. Dia meninggalkanku, sudah kucari dan ku coba hubungi tapi tidak ada jawaban.” Terang Kyuhyun dengan terus menatap kedepan.
“Mwo? Maksud oppa Seohyun unnie? Dia ini benar-benar.” Jawab Irene nampak kesal, sebenarnya dari awal bertemu Irene sudah tidak terlalu suka dengan Seohyun, walaupun ia tidak menyadarinya.
“Ne. Dia sepertinya akhir-akhir ini berusaha menjauh dariku. Aku teringat kata-kata Seohyun kemarin dia berharap aku selalu mengingatnya kapan saja dengan memakai sweater ini dan aku tidak boleh berpaling karena dia akan kembali? Apa kemarin dia memberi kode?.”
“Sepertinya itu kata-kata perpisahan yang tak kau sadari kemarin. Tapi mengapa dia tidak terus terang? Dan apa alasan dia pergi begitu saja?.”
“Argh, molla. Mungkin dia tidak menginginkanku lagi. Aku akan melupakannya.”
“Bahkan kau tidak memikirkannya sekali lagi? Keputusanmu sangat cepat.”
“Aku tidak mau kuliahku akan terganggu. Irene mari kita makan ramen aku ingin menghangatkan hatiku.” Tanpa jawaban mereka pun berjalan pergi dari taman dan mencari tempat ramen.
2 tahun kemudian.....
            “Annyeonghaseyo, juneun Seo Joo Hyun imnida. Aku pindahan dari Jepang. Mohon bantuannya untuk adaptasi disini.” Setelah 2 tahun berobat di Jepang, akhirnya Seohyun bangkit dan memulai hidupnya lagi di Korea. Ia sengaja berpindah ke Korea dan universitas yang sama untuk menemui Kyuhyun dan mengatakan sesungguhnya apa yang terjadi.
Saat Seohyun berjalan sendiri mencari angin segar, ia melihat dua sosok muda-mudi di dekat sungai. Nampaknya itu Kyuhyun dan teman wanitanya, tanpa berpikir panjang ia menghampiri dua sosok muda-mudi itu.
“Annyeong.”
“Ne.” Mereka berdua membalikkan kepala menengok siapa yang menyapanya. Dengan mata melotot dan alis yang mengerut mereka nampak terkejut
“Seohyun.”
“Ne. Ini aku, aku kembali padamu oppa. Bolehkah aku memelukmu?.” Belum sempat dijawab Seohyun memeluk Kyuhyun, kerinduan selama ini akhirnya terlampiaskan.
“Mian Seohyun aku tidak bisa lama-lama. Kamu juga harus menghormati yeojachingu baruku, Irene.”
“Mwo? Yeojachingu? Oh kalian berpacaran. Mianhae oppa, aku tidak bisa mengontrolnya. Jeongmal mianhae Irene.” Jawab Seohyun dengan berusaha tenang dan menahan tangis. Memang ia menyadari bahwa yang ia lakukan salah, sampai akhirnya ialah yang akan menyesal.
“Ne. Sebaiknya kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kau tinggalkan Kyuhyun dan apa sekarang tujuanmu?.”
“Aku akan jelaskan semuanya. Apa aku boleh duduk?” setelah dipersilahkan ia pun duduk berjajar ditepi sungai.
“Aku sakit. Aku sakit kanker pembuluh darah untuk itu aku berobat di Jepang, disana juga ada keluarga aku yang selalu ada aku kapan saja aku membutuhkan bantuan. Mengapa aku tinggalkan Kyuhyun dan tidak memberitahukannya karena aku tidak mau merepotkan dia, tidak sakit saja aku sungguh merepotkan dia apalagi jika aku sakit seperti ini. Aku takut kamu tidak menerimaku. 2 tahun lalu, tanpa Kyuhyun sadari aku mengucapkan kalau Kyuhyun aku akan kembali kepadaku dan itulah tujuan utamaku. Aku tahu kamu sudah melupakanku dan sudah bahagia bersama Irene, namun tidak bisa kututupi kalau aku masih sama seperti 2 tahun lalu. Mian.” Terang Seohyun bergurai air mata ia tidak bisa menutupi rasa bersalahnya dan kecemburuannya saat ini.
“Apa kau tidak percaya kepadaku Seohyun? Aku selalu menerima setiap kekurangan ataupun kelebihanmu.”
“Tapi ini beda Kyu, ini berbeda. Saat itu aku divonis tidak bertahan lama. Aku takut, dunia ini begitu tidak adil untukku. Maaf Irene, aku menyayangimu kyu. Tolong kembalilah.”
“Kyu, tolong ambil keputusan sekarang juga. Kamu memilih dia atau aku? Tolong jawab sekarang.”
“Stop! Ini membuatku gila. Seohyun seharusnya kau tidak bisa mengharapkan lelaki yang telah kamu sakiti? Apa kamu tidak sadar itu? Aku benar-benar berusaha menghapusmu, saat ada seseorang berhasil membantuku dalam keterpurukan dan aku bangkit. Kau kembali dan memintaku kembali padamu. Apa pikiranmu sedangkal ini? Aku tahu kamu sakit, tapi untuk rasa tulus seseorang mereka akan menerima mu dengan lapang dada dan akan mendukungmu.” Jelas Kyuhyun yang nampak emosi
“Tolong maafkan aku kyu. Aku benar-benar perempuan bodoh yang tidak tahu apa arti cinta sesungguhnya. Tolong maafkan aku.”
“Seo, aku memilih Irene. Orang yang selalu membuatku bersemangat mengejar impian dan keluar dari keterpurukan cinta kita. Aku mencintai Jung Irene. Mian dan aku memaafkanmu. Aku pergi, mari Irene.” Kyuhyun dan Irene pergi meninggalkan Seohyun yang masih dikursi tepi sungai, nampaknya gadis itu masih menangis meratapi kesalahan yang ia perbuat. Hanya rasa penyesalan yang mengakhiri cerita mereka. Cinta tidak hanya sebatas kata-kata, namun cinta adalah percaya dan saling melindungi satu sama lain.
1 tahun kemudian....
Namaku Seo Joo Hyun, yeojachingu dari Lee Donghae sang Ketua Organisasi Alam. Aku berjanji akan menjaga cintaku untuknya, tak akan kusia-sia kan seseorang yang mencintaiku untuk yang kedua kalinya dan sesegera mungkin akan melakukan pernikahan. J

Tamat....

Terimakasih kpd Allah Swt yang memberikan hidayah pd author sehingga Fanfiction ketiga author dapat terselesaikan dengan lancar. Terimakasih juga buat readers yang setia menunggu artikel-artikel baru author. Maaf jika terdapat kesamaan tokoh, tempat, tema dan judul. Author masih amatir jika ada typo mohon dimaafkan. Silahkan komen atau e-mail aja di teguhayu73@gmail.com
Gomawo.... J J J

Senin, 15 Agustus 2016

Fanfiction Kpop BTS Jimin: Remember In Your Mind Eps. 11

BAGIAN 11 : PERISTIWA PULAU JEJU

Jimin POV~
“Joy, apa kau senang bersama ku?.” Tanya jimin tiba-tiba saat mereka sedang berjalan-jalan dipinggir pantai.
“Tentu. Aku sangat senang dan nyaman bersamamu jimin.” Jawab joy dengan memeluk lengan kekar jimin. Namun tiba-tiba jimin melepaskan pelukan tangan joy tersebut.
“Namun maafkan aku joy. Aku tidak bisa menjadi milikmu, aku sudah memiliki yang lain.”
Dyarrrrr.. jantung itu tiba-tiba meluap entah apa yang terjadi. Namun hati joy benar-benar merasa sakit atas ucapan jimin.
“Heh? Lalu apa tujuan kamu jimin? Kenapa kamu mendekati aku? Apa ini hanya akal busuk kamu untuk mencuri hatiku?”.
“Tidak joy, kamu salah. Yang pertama kamulah yang selalu mendekatiku dan mencari perhatian terhadap aku. Dulu apa kau ingat? Kamu mengancamku akan dipecat dari agensi training jika aku tidak memutuskan Luna dan membuat sebuah rumor berpacaran denganmu. Apa aku saja yang busuk? Aku merelakan orang yang aku sayangi selama 2 tahun itu hanya untuk perempuan selicik kamu. Apa kau sadar itu?.”
“Heh? Aku kira kamu memang sudah benar-benar menyukaiku dan melupakan hal itu.” Ketus joy
“Aku tidak akan melupakan hal itu joy. Bodohnya aku dulu yang kau mainkan sesuka hatimu, aku memang miskin dan tidak mempunyai apa-apa tapi aku sekarang tidak butuh belas kasihmu. Entah itu akan membuatkanku dikeluarkan dari BTS atau tidak. Mulai sekarang tolong jauhi aku.”
“What? Tidak semudah itu jimin, aku akan terus mengusik kehidupanmu dengan berpura-pura baik terhadap luna.”
“Apa kau gila?”
“Iya! Aku memang gila, aku tergila-gila kepadamu jimin! Kembalilah kepadaku. Aku akan membuatmu nyaman dan melupakan perempuan jalang itu.” Tangis joy dengan emosi yang masih meluap itu.
“Cukup joy. Kaulah yang jalang! Selama ini aku benar-benar mencintai Luna namun karena kau, aku memutuskan hubunganku dengan Luna. Dan itu tidak bisa diterima hati kita masing-masing. Luna sampai saat ini masih saja canggung denganku. Ini semua salahku.” Joy pun berlari meninggalkan jimin yang tertunduk lesu atas pertengkaran hebat tersebut.
Tak sengaja beberapa bola mata melihat pertengkaran mereka dan mendengarnya. Semua nampak terkejut tak terkecuali luna. Semua melihat kearah luna dan berekspresi seakan-akan bertanya-tanya pada luna. Luna pun hanya bisa tertunduk bingung tentang apa yang terjadi barusan. Semuanya pun mendekat pada jimin.
“Jimin, apa yang terjadi? Mengapa kau seret-seret namaku?.” Luna bertanya dengan tiba-tiba dengan wajah yang mulai memerah.
“Luna, apa kau masih mencintaiku?.”
“Jimin, tolong jelaskan kepadaku. Apa ini skenario kalian berdua?.” Luna mulai menahan air matanya
“Ini tidak seperti yang kamu bayangkan luna. Apa kau tadi tidak mendengarnya?.”
“Aku mendengarnya, apakah kau setega itu? Hati ini disaat itu benar-benar sakit jimin. Kau benar-benar tega.”
“Lunaaa, maafkan aku. Maafkan aku.”
“Sudahlah jimin, kau benar-benar bodoh. Kamu tidak bisa berpikir jernih! Mari luna kita kembali ke hotel.” Bela jhope dan kemudian menuntun luna kembali ke hotel, luna hanya bisa berdiam dan mengikuti ajakan jhope. Dan semuanya pun mengikuti langkah jhope dan luna.
“Jimin, ku harap kamu bisa menjelaskan ini semua dengan luna. Luna belum bisa melupakanmu.” Bisik seryl pada jimin dan perlahan meninggalkannya sendirian.
“Arrggghh, betapa bodohnya aku! Tuhan tolong aku!.” Batin jimin dengan wajah lesunya yang tak berselera hidup lagi itu.
.
.
TBC