Tempat
Kuliah Kyuhyun~
Pagi ini disambut
dengan hujan gerimis dikota Seoul, seorang gadis cantik asia pun turun dari bus
yang ia tumpangi dengan membuka payung.
“Awww, ish jinjja!”
“Mwo? Kau mau
menyerangku balik gadis kecil?.”
“Oppa, aku kira
siapa. Berani sekali mau merebut payungku.”
“Irene Jung. Kau
sungguh menggemaskan disaat mulut bebekmu terlihat.”
“Ishh oppa....”
“Tidak-tidak aku
hanya bercanda. Mari kita kekampus disini sangat dingin.”
“Ne.”
Cuaca sedingin ini
dan tidak bersahabat, membuat keduanya berada dipikiran masing-masing dalam
diam, walau mereka satu payung namun tidak ada kata setelahnya, sampai di depan
kampus.
“Oppa!.”
“Ne?” Kyuhyun pun
berbalik arah dan mencari siapa gerangan yang memanggilnya, gadis manis dengan
kepang samping lah yang memanggil Kyuhyun, dengan pakaian yang basah diterpa
rintihan hujan.
“Omo, chagiya?” Kyuhyun
pun mendekati Seohyun yang rela kehujanan, ia tidak tahu kalau di Seoul hari
ini hujan gerimis jadi ia tidak membawa payung, hanya tas kecil dan suatu
barang yang ia bawa.
“Oppa, akhirnya aku
bisa bertemu.”
“Kau ini. Oh ya, Irene
sini!.” Kyuhyun memanggil Irene yang masih menunggunya, Irene pun mendekati
mereka berdua dengan hati sedikit kecewa dengan sikap Kyuhyun yang sangat
memanjakan gadis kepang itu.
“Kenalkan ini temanku
Irene, dan ini yeojachingu-ku Seohyun yang selama ini aku ceritakan padamu.”
“Ne, namaku Seo Jo
Hyun panggil saja Seohyun.” Ia mengulurkan tangannya
“Aku Irene, lebih
baik kita berteduh dahulu. Mari kita satu payung Seohyun.” Irene pun membalas
jabatan tangan Seohyun.
Mereka bertiga pun
berjalan mendekati gedung kampus, namun Irene kemudian beranjak meninggalkan
mereka berdua karena alasan tertentu.
“Kenapa tidak
menelponku terlebih dahulu chagi.”
“Aku kan sudah
bilang, kalau aku merindukanmu Kyuhyun.”
“Terimakasih telah
merindukanku. Oh ya pakai ini untuk sedikit menghangatkan badanmu. Sebenarnya
apa yang kamu lakukan? Ini membuang-buang waktu.”
“Kau ini benar-benar
Cho Kyuhyun. Aku ingin memberimu ini.”
“Mwoya? Sweater, apa
kau membuatkannya untukku?.”
“Ne, agar kamu selalu
mengingatku kapan saja. Jangan berpaling Kyuhyun-ahh aku akan kembali.”
“Kata-katamu sangat
tinggi noona, setelah selesai kuliah dan mendapat pekerjaan kita menikah.
Arra?.”
“Mwo? Oh ne arra”. Seohyun
menjawab dengan sedikit canggung.
“Kuliah akan segera
dimulai, bagaimana kalau kamu kerumahku? Dan menghangatkan badanmu disana.”
“Tidak perlu, aku
hanya ingin segera pulang. Tapi aku akan pulang sendiri saja.”
“Kalau begitu
hati-hati chagi. Pakailah jaketku agar kamu tetap hangat. Chagi, saranghaeyo.”
“Nado saranghae
oppa.” Mereka saling berpelukan dan berjalan dengan payung yang Irene berikan
tadi.
Dalam hujan dia
berbalik dan melambaikan tangannya pada Kyuhyun, ia berlalu-berlalu sampai tak
terlihat lagi, Seohyun menangis dalam perjalanan menuju halte bus. Ini adalah
hari terakhir ia berada di Korea dan terakhir kalinya melihat Kyuhyun, setelah
semalaman memikirkan ini ia memutuskan tidak mengatakan tujuan sebenarnya pada Kyuhyun.
ia hanya bisa melambaikan tangannya dan mengucapkan Nado Saranghae Oppa.
Rumah
Seohyun
Hari ini adalah hari menuju pada
dunia baru. Dunia yang akan dimulai dari awal lagi. Seohyun berpakaian kasual
dengan memakai sepatu boots, celana jeans dan jaket yang Kyuhyun berikan
kemarin. Beberapa koper pun ia bawa dan rumah yang ia tinggali disewakan.
Tak lupa ia menelpon
taksi yang akan membawanya ke bandara untuk keberangkatan pukul 8 pagi.
Seohyun pun meminum
obat yang dokter berikan, di Jepang ia akan menjalani pengobatan.
Ting Tung... (bunyi
pesan suara)
“Selamat
pagi chagiya. Kamu tidak sakit kan karena kemarin? Jangan lupa sarapan ya.” Membaca pesan dari Kyuhyun
membuat ia terbebani. Ia menjadi teringat kisah cintanya pada Kyuhyun yang
sangat indah.
“Ne.
Aku sangat baik. Aku tidak akan melupakan sarapan. Kkkk~.” Balasnya.
Kringgg.. kringg..
“Ne? Ada apa mr.
Cho?”
“Tidak aku hanya
merindukanmu.”
“Oke. Siapa gadis
kemarin?.”
“Dia temanku, tidak
usah berpikir berlebihan Seohyun. Aku bersamamu kkkk~.”
“Mengapa tertawa? Ini
tidak lucu!”
“Noona cemburu ya?
Tidak kusangka.”
“Aku tidak cemburu.
Jika kamu menyukainya silahkan saja tapi jangan lagi menghubungiku.”
“Ne, aku tahu itu noona.”
“Aku sedang sibuk.
Dan kuliahlah dengan benar, jangan hanya membuat perempuan disekitarmu
terpesona.”
Seohyun pun mematikan
ponselnya dan beranjak membawa barang-barang pergi menemui taksi yang sudah
menunggunya kemudian ia masuk dalam taksi. Taksi pun melaju dengan kecepatan
sedang.
Sampainya di bandara Incheon ia
langsung checking dan menunggu untuk terbang.
....
Sudah 3 hari ini
tidak ada kabar dari kekasihnya, karena sedang libur Kyuhyun pun memutuskan
pergi ke rumah Seohyun. Setelah sampai disana hanyalah sebuah hunian kosong
yang disewakan, Kyuhyun begitu resah dan mencoba menelpon Seohyun namun nomor
tersebut tidak dalam jangkauan.
“Aisssh. Sebenarnya
kau dimana Seohyun? Aku mengkhawatirkanmu.”
Kringgg.. kringg...
“Ne? Oh baiklah, aku
segera kesana.”
Kyuhyun pun pergi
menemui seseorang yang menelponnya.
....
“Oppa, darimana saja?
Apa oppa lupa kalau kita berkumpul?”. Walau hari ini libur kuliah namun
organisasi yang diikuti Kyuhyun dan Irene masuk dan berkumpul.
“Mianhae, nanti akan
aku jelaskan.” Jawab Kyuhyun dengan raut linglung
“Oppa, tenanglah.
Intrupsi, keadaan Kyuhyun oppa nampaknya tidak terlalu fit. Apa kami boleh izin
sebentar?.” Irene mengacungkan jarinya meminta izin pada teman-teman satu
organisasinya.
“Ne. Kita juga hanya
berkumpul jadi jika izin pergi diperbolehkan.” Jawab sang ketua Donghae
Mereka pun menjauh dari tempat yang
hampir mirip dengan gazebo luas itu. Kemudian duduk pada bangku pinggir sungai
namun masih dilokasi perkuliahan mereka.
“Ada apa oppa?
Ceritalah.”
“Dia. Dia
meninggalkanku, sudah kucari dan ku coba hubungi tapi tidak ada jawaban.”
Terang Kyuhyun dengan terus menatap kedepan.
“Mwo? Maksud oppa Seohyun
unnie? Dia ini benar-benar.” Jawab Irene nampak kesal, sebenarnya dari awal
bertemu Irene sudah tidak terlalu suka dengan Seohyun, walaupun ia tidak
menyadarinya.
“Ne. Dia sepertinya
akhir-akhir ini berusaha menjauh dariku. Aku teringat kata-kata Seohyun kemarin
dia berharap aku selalu mengingatnya kapan saja dengan memakai sweater ini dan
aku tidak boleh berpaling karena dia akan kembali? Apa kemarin dia memberi
kode?.”
“Sepertinya itu
kata-kata perpisahan yang tak kau sadari kemarin. Tapi mengapa dia tidak terus
terang? Dan apa alasan dia pergi begitu saja?.”
“Argh, molla. Mungkin
dia tidak menginginkanku lagi. Aku akan melupakannya.”
“Bahkan kau tidak
memikirkannya sekali lagi? Keputusanmu sangat cepat.”
“Aku tidak mau
kuliahku akan terganggu. Irene mari kita makan ramen aku ingin menghangatkan
hatiku.” Tanpa jawaban mereka pun berjalan pergi dari taman dan mencari tempat
ramen.
2
tahun kemudian.....
“Annyeonghaseyo, juneun Seo Joo Hyun
imnida. Aku pindahan dari Jepang. Mohon bantuannya untuk adaptasi disini.”
Setelah 2 tahun berobat di Jepang, akhirnya Seohyun bangkit dan memulai
hidupnya lagi di Korea. Ia sengaja berpindah ke Korea dan universitas yang sama
untuk menemui Kyuhyun dan mengatakan sesungguhnya apa yang terjadi.
Saat Seohyun berjalan
sendiri mencari angin segar, ia melihat dua sosok muda-mudi di dekat sungai.
Nampaknya itu Kyuhyun dan teman wanitanya, tanpa berpikir panjang ia
menghampiri dua sosok muda-mudi itu.
“Annyeong.”
“Ne.” Mereka berdua
membalikkan kepala menengok siapa yang menyapanya. Dengan mata melotot dan alis
yang mengerut mereka nampak terkejut
“Seohyun.”
“Ne. Ini aku, aku
kembali padamu oppa. Bolehkah aku memelukmu?.” Belum sempat dijawab Seohyun
memeluk Kyuhyun, kerinduan selama ini akhirnya terlampiaskan.
“Mian Seohyun aku
tidak bisa lama-lama. Kamu juga harus menghormati yeojachingu baruku, Irene.”
“Mwo? Yeojachingu? Oh
kalian berpacaran. Mianhae oppa, aku tidak bisa mengontrolnya. Jeongmal mianhae
Irene.” Jawab Seohyun dengan berusaha tenang dan menahan tangis. Memang ia
menyadari bahwa yang ia lakukan salah, sampai akhirnya ialah yang akan
menyesal.
“Ne. Sebaiknya kau
jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kau tinggalkan Kyuhyun dan apa
sekarang tujuanmu?.”
“Aku akan jelaskan
semuanya. Apa aku boleh duduk?” setelah dipersilahkan ia pun duduk berjajar
ditepi sungai.
“Aku sakit. Aku sakit
kanker pembuluh darah untuk itu aku berobat di Jepang, disana juga ada keluarga
aku yang selalu ada aku kapan saja aku membutuhkan bantuan. Mengapa aku
tinggalkan Kyuhyun dan tidak memberitahukannya karena aku tidak mau merepotkan
dia, tidak sakit saja aku sungguh merepotkan dia apalagi jika aku sakit seperti
ini. Aku takut kamu tidak menerimaku. 2 tahun lalu, tanpa Kyuhyun sadari aku
mengucapkan kalau Kyuhyun aku akan kembali kepadaku dan itulah tujuan utamaku.
Aku tahu kamu sudah melupakanku dan sudah bahagia bersama Irene, namun tidak
bisa kututupi kalau aku masih sama seperti 2 tahun lalu. Mian.” Terang Seohyun
bergurai air mata ia tidak bisa menutupi rasa bersalahnya dan kecemburuannya
saat ini.
“Apa kau tidak
percaya kepadaku Seohyun? Aku selalu menerima setiap kekurangan ataupun
kelebihanmu.”
“Tapi ini beda Kyu,
ini berbeda. Saat itu aku divonis tidak bertahan lama. Aku takut, dunia ini
begitu tidak adil untukku. Maaf Irene, aku menyayangimu kyu. Tolong
kembalilah.”
“Kyu, tolong ambil
keputusan sekarang juga. Kamu memilih dia atau aku? Tolong jawab sekarang.”
“Stop! Ini membuatku
gila. Seohyun seharusnya kau tidak bisa mengharapkan lelaki yang telah kamu
sakiti? Apa kamu tidak sadar itu? Aku benar-benar berusaha menghapusmu, saat
ada seseorang berhasil membantuku dalam keterpurukan dan aku bangkit. Kau
kembali dan memintaku kembali padamu. Apa pikiranmu sedangkal ini? Aku tahu
kamu sakit, tapi untuk rasa tulus seseorang mereka akan menerima mu dengan
lapang dada dan akan mendukungmu.” Jelas Kyuhyun yang nampak emosi
“Tolong maafkan aku
kyu. Aku benar-benar perempuan bodoh yang tidak tahu apa arti cinta
sesungguhnya. Tolong maafkan aku.”
“Seo, aku memilih Irene.
Orang yang selalu membuatku bersemangat mengejar impian dan keluar dari
keterpurukan cinta kita. Aku mencintai Jung Irene. Mian dan aku memaafkanmu.
Aku pergi, mari Irene.” Kyuhyun dan Irene pergi meninggalkan Seohyun yang masih
dikursi tepi sungai, nampaknya gadis itu masih menangis meratapi kesalahan yang
ia perbuat. Hanya rasa penyesalan yang mengakhiri cerita mereka. Cinta tidak
hanya sebatas kata-kata, namun cinta adalah percaya dan saling melindungi satu
sama lain.
1
tahun kemudian....
Namaku Seo Joo Hyun,
yeojachingu dari Lee Donghae sang Ketua Organisasi Alam. Aku berjanji akan
menjaga cintaku untuknya, tak akan kusia-sia kan seseorang yang mencintaiku
untuk yang kedua kalinya dan sesegera mungkin akan melakukan pernikahan. J
Tamat....
Terimakasih kpd Allah
Swt yang memberikan hidayah pd author sehingga Fanfiction ketiga author dapat
terselesaikan dengan lancar. Terimakasih juga buat readers yang setia menunggu
artikel-artikel baru author. Maaf jika terdapat kesamaan tokoh, tempat, tema
dan judul. Author masih amatir jika ada typo mohon dimaafkan. Silahkan komen
atau e-mail aja di teguhayu73@gmail.com
Gomawo.... J J J